
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya melaporkan harga rata-rata Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebesar Rp3.405 per kilogram pada 16 Juni 2026. Harga tertinggi tercatat Rp3.684 per kilogram di PT AWB, sedangkan harga terendah berada di level Rp3.290 per kilogram di PT DSL. Seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) yang terdaftar telah melaporkan harga harian mereka, meskipun beberapa pabrik masih belum menerima pasokan buah dari masyarakat
Spiral-Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, kembali menunjukkan pergerakan positif pada 16 Juni 2026. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, harga rata-rata TBS sawit berada di angka Rp3.405 per kilogram, memberikan gambaran kondisi pasar yang relatif stabil bagi petani di daerah tersebut.
Dari laporan yang dipublikasikan, harga tertinggi tercatat sebesar Rp3.684 per kilogram yang ditawarkan oleh PT AWB, sementara harga terendah berada pada kisaran Rp3.290 per kilogram di PT DSL. Perbedaan harga antar pabrik kelapa sawit (PKS) ini menunjukkan masih adanya variasi harga pembelian yang dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing perusahaan dan kondisi pasar.
Baca Juga : Mengapa Produktivitas Sawit Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia? Ini 5 Penyebab Utamanya
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya secara rutin menyampaikan informasi harga TBS sebagai bentuk transparansi pasar dan dukungan kepada petani sawit. Melalui publikasi tersebut, petani dapat memperoleh referensi harga yang lebih akurat sebelum menjual hasil panennya.
Selain melaporkan perkembangan harga, dinas juga mencatat bahwa seluruh PKS yang terdata telah menyampaikan laporan harga harian. Namun demikian, terdapat beberapa pabrik yang pada periode tersebut belum menerima pasokan TBS dari masyarakat. Keterbukaan informasi harga ini diharapkan dapat membantu meningkatkan posisi tawar petani sekaligus mendorong pengelolaan perkebunan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya.
Harga TBS yang berada di atas Rp3.400 per kilogram dinilai cukup memberikan angin segar bagi petani, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi seperti pupuk, perawatan kebun, dan biaya tenaga kerja. Dengan harga yang relatif kompetitif, petani memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan sekaligus melakukan investasi kembali pada kebun mereka, seperti pemupukan, peremajaan tanaman, dan penerapan praktik budidaya yang lebih baik. Ke depan, transparansi harga serta peningkatan produktivitas perkebunan diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan sektor sawit dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Dharmasraya.
Referensi
Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Harga Harian TBS Kelapa Sawit, 16 Juni 2026.