
Harga minyak sawit mentah (CPO) pada 18 Mei 2026 naik ke MYR 4.494 per ton di Bursa Malaysia. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan ringgit Malaysia, penguatan harga minyak nabati pesaing, dan tingginya harga minyak mentah dunia. Prospek harga sawit tetap positif seiring pulihnya permintaan global dan meningkatnya kebutuhan biodiesel.
Spiral, 18 Mei 2026- Harga sawit hari ini, Senin 18 Mei 2026, mencatat kenaikan signifikan di Bursa Malaysia. Kontrak minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) untuk pengiriman Agustus 2026 naik 57 ringgit atau 1,28 persen ke level MYR 4.494 per metrik ton. Penguatan ini menjadi kabar positif bagi pelaku industri dan petani sawit setelah harga CPO sempat tertekan selama tiga pekan berturut-turut.
Kenaikan harga sawit dipicu oleh sejumlah faktor global yang saling mendukung. Pelemahan ringgit Malaysia terhadap dolar AS membuat harga CPO lebih kompetitif bagi pembeli internasional. Di saat yang sama, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan kontrak minyak sawit di Bursa Dalian, China, juga bergerak naik sehingga memberikan sentimen positif terhadap pasar minyak nabati dunia.
Harga minyak mentah Brent yang menguat turut menjadi katalis penting. Ketika harga energi meningkat, CPO menjadi semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel. Kondisi ini mendorong optimisme bahwa permintaan global terhadap minyak sawit akan terus membaik, terutama dari India dan China sebagai dua importir terbesar dunia.
Baca Juga : Perubahan Penggunaan Lahan Sawit di Sumatra Selatan: Ancam Ketahanan Pangan?
Menurut data Trading Economics, harga palm oil bahkan sempat diperdagangkan di kisaran MYR 4.522 per ton. Sejumlah analis memproyeksikan harga CPO masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan sepanjang 2026 jika permintaan biodiesel terus tumbuh, impor dari India dan China pulih, dan kondisi cuaca di Indonesia serta Malaysia tetap mendukung produksi. Analis komoditas Dorab Mistry memperkirakan harga sawit dapat mencapai MYR 5.200 per ton pada pertengahan 2026.
Bagi petani sawit Indonesia, kenaikan harga CPO global merupakan kabar baik karena umumnya berdampak langsung pada harga tandan buah segar (TBS). Jika tren penguatan ini berlanjut, petani di Riau, Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah berpotensi menikmati peningkatan pendapatan.
Dengan harga CPO yang kembali mendekati MYR 4.500 per ton, prospek harga sawit dan harga TBS petani Indonesia dalam jangka pendek hingga menengah terlihat semakin positif.

