
Boron merupakan unsur hara mikro yang berperan penting dalam pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit, terutama pada pembentukan bunga dan buah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemupukan boron dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan produktivitas tandan buah segar secara signifikan.
SPIRAL-Ketika produktivitas kelapa sawit menurun, perhatian biasanya langsung tertuju pada kekurangan nitrogen (N) atau kalium (K). Padahal, ada satu unsur mikro yang sering luput dari perhatian, yaitu boron (B). Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, boron memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan pembentukan buah kelapa sawit. Kekurangan unsur ini dapat menurunkan hasil panen, bahkan ketika tanaman masih tampak sehat.
Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipublikasikan dalam jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian boron dengan dosis yang tepat mampu meningkatkan berbagai aspek fisiologi tanaman, mulai dari kandungan klorofil, luas daun, kesuburan serbuk sari (pollen fertility), fruit set, hingga produktivitas tandan buah segar (TBS).
Boron merupakan unsur hara mikro yang berperan dalam pembentukan dinding sel, pertumbuhan jaringan baru, serta proses reproduksi tanaman. Pada kelapa sawit, unsur ini sangat penting untuk mendukung pembentukan bunga, viabilitas serbuk sari, dan perkembangan buah. Apabila kebutuhan boron tidak terpenuhi, proses tersebut menjadi kurang optimal sehingga jumlah maupun kualitas tandan buah segar dapat menurun.
Berbeda dengan kekurangan unsur hara makro yang umumnya mudah dikenali, defisiensi boron sering berkembang secara perlahan. Akibatnya, penurunan produktivitas baru disadari setelah hasil panen mulai berkurang.
Penelitian yang dilakukan oleh Prasetiyanto, Putra, dan Hanudin (2024) dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit menghasilkan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tim peneliti menguji lima dosis pemupukan boron untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian boron meningkatkan konsentrasi unsur hara pada daun, kandungan klorofil, luas daun, bobot kering tanaman, kesuburan serbuk sari, fruit set, hingga bobot tandan buah segar. Peneliti juga menemukan bahwa dosis sekitar 60,24 gram boron per pohon per semester memberikan produktivitas tandan buah segar tertinggi pada kondisi penelitian tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa unsur mikro seperti boron dapat memberikan pengaruh nyata terhadap produktivitas apabila kebutuhan tanaman belum terpenuhi.
Baca Juga: Keunggulan Produktivitas Sawit dibanding Minyak Bunga Matahari
Meskipun boron penting, bukan berarti pemupukan dapat dilakukan tanpa perhitungan. Kelebihan boron juga dapat berdampak negatif terhadap tanaman. Oleh karena itu, keputusan pemupukan sebaiknya didasarkan pada analisis tanah, analisis daun, serta rekomendasi agronomis agar dosis yang diberikan sesuai dengan kondisi kebun.
Pendekatan pemupukan yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu penggunaan pupuk menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Produktivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh keseimbangan berbagai unsur hara, termasuk unsur mikro seperti boron. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan boron dapat meningkatkan pertumbuhan fisiologis dan hasil panen kelapa sawit. Karena itu, evaluasi unsur hara secara berkala menjadi langkah penting agar produktivitas kebun tetap optimal dan tidak hanya bergantung pada pemupukan nitrogen atau kalium.
Referensi
Prasetiyanto, L. P., Putra, E. T. S., & Hanudin, E. (2024). Physiological responses, growth and productivity of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) as affected by boron fertilization. Ilmu Pertanian (Agricultural Science), 9(2), 94–101. https://doi.org/10.22146/ipas.86073