
Artikel ini membahas proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) di pabrik kelapa sawit.
SPIRAL-Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan bahan baku utama untuk menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Namun, TBS tidak dapat langsung berubah menjadi minyak. Di pabrik kelapa sawit, buah harus melalui serangkaian proses yang terintegrasi untuk mengekstraksi minyak sekaligus menjaga kualitasnya. Berdasarkan penelitian tahun 2025, proses pengolahan TBS umumnya mencakup tahapan sterilisasi, perontokan, pelumatan, pengepresan, dan klarifikasi.
Proses dimulai ketika TBS diterima di pabrik melalui loading ramp. Selanjutnya, buah memasuki tahap sterilisasi menggunakan uap. Tahap ini penting karena CPO berasal dari mesokarp buah sawit yang telah melalui proses sterilisasi. Pengolahan yang tepat juga membantu menjaga kualitas minyak, terutama karena kualitas CPO dipengaruhi oleh kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid atau FFA), air, dan kotoran.
Setelah sterilisasi, TBS memasuki proses threshing atau perontokan. Pada tahap ini, buah dipisahkan dari tandannya menggunakan mesin. Buah kemudian masuk ke digester untuk dilumatkan dan diaduk. Proses ini membantu memecah jaringan daging buah sehingga minyak lebih mudah dikeluarkan pada tahap berikutnya.
Tahap selanjutnya adalah pressing atau pengepresan. Buah yang telah dilumatkan ditekan menggunakan mesin untuk memisahkan minyak kasar dari serat dan padatan lainnya. Penelitian tahun 2025 menunjukkan bahwa tahap pengepresan merupakan salah satu proses yang sangat penting karena dapat memengaruhi kehilangan minyak (oil losses). Tekanan mesin yang tidak sesuai dapat menyebabkan minyak masih tertinggal dalam serat, sehingga menurunkan efisiensi ekstraksi.
Minyak hasil pengepresan masih berupa campuran minyak, air, dan berbagai pengotor. Karena itu, minyak memasuki tahap klarifikasi untuk memisahkan komponen-komponen tersebut. Melalui pengendapan dan pemisahan mekanis, kandungan air dan kotoran dikurangi hingga diperoleh CPO yang memenuhi standar kualitas. Studi tahun 2025 menemukan bahwa konsistensi kualitas CPO sangat dipengaruhi oleh kondisi bahan baku, perawatan mesin, kepatuhan terhadap SOP, dan pengawasan selama proses produksi.
Dengan demikian, perjalanan TBS menjadi CPO bukan sekadar proses memeras buah sawit. Setiap tahap, mulai dari penerimaan bahan baku hingga klarifikasi, saling berkaitan dalam menentukan jumlah dan mutu minyak yang dihasilkan. Pengendalian proses yang baik membantu pabrik meminimalkan kehilangan minyak dan menghasilkan CPO dengan kualitas yang lebih konsisten.
Referensi
Jaya, J. D., & Khairiah. (2025). Quality Evaluation and Causal Analysis of Crude Palm Oil Based on Critical Quality Parameters: Free Fatty Acids, Moisture, and Impurities. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 12(1). DOI: 10.34128/jtai.v12i1.227.