
Nutrisi pada kelapa sawit tidak hanya berfungsi sebagai bahan pertumbuhan, tetapi juga mengalami proses akumulasi, penggunaan, penyimpanan, dan pengembalian dalam siklus tanaman.
SPIRAL-Pohon kelapa sawit tidak hanya membutuhkan nutrisi ketika sedang tumbuh. Selama bertahun-tahun hidup di kebun, unsur hara terus diserap, digunakan, disimpan, dan dipindahkan ke berbagai bagian tanaman. Sebagian masuk ke daun dan batang, sebagian digunakan untuk membentuk bunga dan buah, sementara sebagian lainnya tetap tersimpan di dalam jaringan tanaman.
Dengan kata lain, nutrisi yang masuk ke dalam pohon tidak berhenti di satu tempat.
Perubahan tersebut menjadi perhatian dalam penelitian I. de J. M. Viégas dan kolega berjudul “Changes in Calcium Accumulation and Utilization Efficiency and Their Impact on Recycling, Immobilization, and Export Across the Oil Palm Cycle”. Penelitian yang diterbitkan pada 2024 di Oil Crop Science ini melihat bagaimana kalsium terakumulasi dan digunakan pada berbagai organ kelapa sawit seiring bertambahnya umur tanaman.
Penelitian dilakukan pada tanaman sawit dengan umur 2 hingga 8 tahun. Peneliti mengamati berbagai bagian tanaman, termasuk pelepah, rachis, daun tombak, bunga jantan, tangkai tandan, dan buah.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi kalsium meningkat seiring bertambahnya umur pada sejumlah organ tanaman. Jumlah kalsium yang terakumulasi juga meningkat ketika tanaman semakin tua. Menariknya, efisiensi penggunaan kalsium juga menunjukkan peningkatan pada berbagai organ tanaman.
Temuan tersebut membantu menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi sawit bukan sesuatu yang statis. Ketika tanaman bertambah besar, biomassa yang harus dipelihara juga semakin banyak. Pada saat yang sama, tanaman harus membagi sumber daya untuk mempertahankan pertumbuhan vegetatif sekaligus mendukung pembentukan organ reproduktif.
Di sinilah pengelolaan nutrisi menjadi penting.
Jika nutrisi yang tersedia tidak seimbang dengan kebutuhan tanaman, pertumbuhan dan produksi dapat terganggu. Sebaliknya, pemberian nutrisi yang tepat membantu tanaman menggunakan sumber daya secara lebih efisien.
Menariknya, nutrisi yang berada di dalam tanaman juga tidak selalu langsung keluar dari sistem kebun. Sebagian dapat kembali melalui pelepah dan jaringan tanaman yang terurai, sementara sebagian lainnya keluar dari kebun bersama hasil panen. Karena itu, siklus nutrisi sawit sebenarnya berlangsung terus-menerus.
Jadi, selama puluhan tahun sebuah pohon sawit bukan sekadar “menyerap pupuk”. Tanaman tersebut terus mengatur ke mana nutrisi harus dialokasikan sesuai dengan fase pertumbuhan dan kebutuhan organ-organnya.
Semakin besar dan semakin tua tanaman, semakin kompleks pula cara pohon sawit mengelola sumber daya yang tersedia.
Referensi
Viégas, I. de J. M., et al. (2024). Changes in calcium accumulation and utilization efficiency and their impact on recycling, immobilization, and export across the oil palm cycle. Oil Crop Science, 9(3), 143–150. https://doi.org/10.1016/j.ocsci.2024.06.004